Cedera kepala adalah masalah kesehatan umum yang penting. Di Amerika Serikat, lebih dari 1,2 juta penduduk mengalami cedera kepala setiap tahunnya dan diperkirakan terdapat 5,3 juta penduduk dengan kecacatan akibat cedera kepala.
Kecacatan setelah cedera kepala dapat diakibatkan oleh faktor fisik, kognitif, atau psikososial. Depresi adalah gangguan mental yang paling sering dilaporkan, dengan tingkat prevalensi sekitar 26% pada sampel klinik saat penilaian awal, dan 18% sampai 31% pada 6 bulan setelah cedera. Cedera kepala juga dapat memiliki dampak kognitif jangka panjang, tetapi tidak banyak diketahui risiko depresi jangka panjang yang berhubungan dengan cedera kepala. Karena itu, dilakukan penelitian untuk menyelidiki tingkat penyakit depresi 50 tahun setelah cedera kepala.
Mereka yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah veteran Perang Dunia II yang bertugas selama 1944-1945, dan pada masa itu dirawat di rumah sakit dengan diagnosis cedera kepala, pneumonia, laserasi, luka tusuk, atau luka sobek. Untuk menentukan ada tidaknya serta derajat keparahan cedera kepala jarak dekat digunakan catatan militer. Veteran dengan cedera kepala (n=520) dan tanpa cedera kepala (n=1198) diwawancarai pada 1996-1997 untuk mengetahui riwayat penyakit depresi sepanjang hidup mereka. Pada penelitian ini, pria yang telah mengalami dementia tidak disertakan.
Setelah dilakukan analisis, ditemukan hasil bahwa veteran dengan cedera kepala cenderung sering melaporkan gangguan depresi mayor pada tahun-tahun kemudian dan lebih sering mengalami depresi belakangan ini. Dengan menggunakan regresi logistik dan kontrol pada usia serta pendidikan, prevalensi depresi mayor sepanjang hidup pada kelompok cedera kepala sebesar 18,5% bila dibandingkan dengan mereka yang tanpa cedera kepala 13,4% (rasio odds = 1,54; 95% interval konfidens = 1,17-2,04).
Depresi mayor yang baru terdeteksi pada 11,2% veteran dalam kelompok cedera kepala. Sedangkan pada kelompok tanpa cedera kepala, depresi mayor baru hanya terdapat pada 8,5% veteran (rasio odds = 1,63; 95% interval konfidens = 1,07-2,50). Peningkatan depresi ini tidak dapat dijelaskan dengan riwayat infark miokard, kecelakaan serebrovaskular, atau penyalahgunaan alkohol. Risiko depresi seumur hidup meningkat sesuai keparahan cedera kepala.
Dapat disimpulkan bahwa risiko depresi tetap tinggi puluhan tahun setelah terjadinya cedera kepala. Risiko ini tertinggi pada mereka yang mengalami cedera kepala berat.
Buy:100% Pure Okinawan Coral Calcium.Actos.Retin-A.Valtrex.Nexium.Mega Hoodia.Zyban.Lumigan.Petcam (Metacam) Oral Suspension.Accutane.Prevacid.Arimidex.Human Growth Hormone.Zovirax.Synthroid.Prednisolone….