nsufisiensi ginjal kronik ditandai dengan ketidaknormalan metabolisme lipoprotein yang spesifik. Kelainan ini mempengaruhi apolipoprotein A (apo A)- dan apo B-yang mengandung lipoprotein. Untuk mengevaluasi efek fluvastatin, suatu inhibitor 3-hidroksi-3-metilglutaril koenzim A reduktase sintetis pada dislipoproteinemia renal, para peneliti melakukan uji periodik silang, dua arah, acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo.
Penelitian ini mengikutsertakan 45 pasien non-nefrotik (28 pria, 17 wanita) tanpa diabetes dengan insufisiensi ginjal kronik sedang sampai berat. Rerata umur 56,4 +/- 11 tahun. Laju filtrasi glomerulus berkisar antara 12 sampai 44 mL/menit/1,73 m2 luas permukaan badan (rerata 2,75 +/- 10,5 mL/menit/1,73 m2. Mereka diberikan fluvastatin 40 mg/hari, atau plasebo selama 8 minggu secara acak.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberian fluvastatin menghasilkan pengurangan yang signifikan pada variabel hasil primer kolesterol low-density lipoprotein (LDL-C; -26%; P < 0.001), apo B (-21%; P < 0.001), dan kompleks lipoprotein B (Lp-Bc) (-14%; P < 0.01). Terdapat perbedaan statistik yang signifikan antara fluvastatin dengan plasebo untuk variabel hasil sekunder kolesterol total (-19%), trigliserida (TGs; -13%), VLDL-C (-13%), apo E (-13%), and Lp-B (-22%).
Tidak terdapat perbedaan pengobatan pada kolesterol high-density lipoprotein (HDL) atau lipoprotein (a). Pengobatan fluvastatin ditoleransi dengan baik tanpa efek samping serius selama penelitian.
Dapat disimpulkan bahwa pengobatan dengan fluvastatin pada pasien dengan insufisiensi ginjal sedang sampai berat dan mengarah pada reduksi signifikan dalam kolesterol-tinggi, tetapi sedikit kurang dalam TG-tinggi, apo B-yang mengandung lipoprotein. Masih perlu dijelaskan apakah perubahan positif dalam profil lipoprotein ini juga berakibat pada berkurangnya proses aterosklerotik pada pasien-pasien ini.