Sekelompok peneliti yang berasal dari Pusat Penelitian Wolfson, Institut bagi Kesehatan Lanjut Usia, Rumah Sakit Umum Newcastle, melakukan penelitian terhadap hubungan antara hipersensitivitas sinus karotis dan hipotensi ortostatik dengan memburuknya hiperintensitas MRI scan. Penelitian dilakukan terhadap 30 pasien dengan demensia neurodegeneratif (17 demensia dengan badan Lewy, 13 dengan penyakit Alzheimer) yang telah menjalani pemeriksaan rinci hipotensi ortostatik dan hipersensitivitas sinus karotis pada saat berdiri serta kepala diangkat.
Mereka juga menjalani MRI scan pada 0,1 Tesla. Pada ukuran ini, hipersensitivitas diukur berdasarkan skala yang distandarisasi. Adanya penurunan tekanan darah > 30 mmHg saat pemijatan sinus karotis atau saat berdiri aktif menunjukkan hubungan yang signifikan dengan memburuknya hiperintensitas MRI pada substansia alba (rasio odds 10,0, 95%; interval konvidens 1,8-55,7) dan pada ganglia basalis (rasio odds 11.0, 95%; interval konvidens 1.2-99.5). Tetapi, tidak pada area periventrikular (rasio odds 1.4, 95%; interval konvidens 0.3-1.8).
Pasien dengan hipersensitivitas sinus karotis bentuk cardio-inhibitory dengan penurunan tekanan darah terbesar paling berisiko mengalami perburukan ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki kausalitas untuk menentukan apakah hipersensitivitas sinus karotis atau hipotensi ortostatik merupakan predisposisi perburukan hiperintensitas MRI dan percepatan penurunan fungsi kognitif.
It is the coolest site,keep so!